Friday, April 30, 2010

Dunia kecilku


Aku menciptakan 'aku' dalam dunia yang terpisah. Dengan seorang 'dewa' penyayang yang imajinatif dan dilingkar khayalan perfectionis.
Naskah tersusun begitu dramatis, saling mengerti dan penuh rasa bergandengan, tanpa konflik, dan mengadili apa yang tengah terjadi dalam dunia sesungguhnya. Tak ada diskriminasi ataupun keangkuhan. Bahkan terkesan ramah.

Dalam duniaku, aku adalah 'unggul' dan menghidupkan mereka menjadi berbagai karakter untuk mendukungku, mengangkatku, dan menyanjungku. Lalu, setelah itu bangkitlah seonggok jiwa ini menjadi sinar untuk menerangi mereka.

Tak seluas apa yang mereka bayangkan. Duniaku kecil, namun harmonis. Tatkala satu diantara 'tokoh' menangis, hal itu akan membangkitkan gejolak orasi dalam dada untuk sebuah keadilan yang hilang. Begitu halnya dengan yang lain. Hatiku untuk mereka, dan mereka untuk hatiku.
Dengan mereka aku hidup, dengan mereka aku dihargai, dan dengan mereka pula aku diberi ruang untuk beraspirasi mengenai realita yang absurd.

Hanya aku yang bisa mengerti tentang aku dalam intuisi maupun ilusi abstrak. Keadaan telah membuatku muak dengan kemunafikannya, ocehannya, dan segala 'begajulannya.'
Dan...
aku menyingkir saja menuju keheningan yang lain.

Duniaku akan selalu hidup dalam kesetia-kawanan direlung cinta, dan dalam kedamaian. Hingga ruh ini tertanggal dari jubah jiwa yang agung, karya dan imajinasi duniaku akan tetap menjadi dunia yang indah tanpa ketertutupan.



30-april-2010

Reynur Rachmat Malik
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
;