Friday, March 23, 2012

Embun pagi untuk hati yang gersang

Dear, morning... want to own these birds seem to give sage advice...
 begin... 

Dimanapun sepertinya awal adalah bagian terindah dari sebuah kisah. Menyenangkan dan membawa kesan 'sangat' dalam hati. Berlebihan memang, tapi sangat manusiawi. 

Dan ternyata awal itu adalah sebuah kemasan pemikat agar bisa berlanjut menuju isi, yang mana kita tak pernah tahu jika tak merasakannya. Apabila terasa manis dengan senang hati menelannya, namun jika ternyata pahit belum tentu kita mau untuk meneruskannya. Begitu pula dengan hidup ini, teman... 

 Kita tidak lahir untuk senantiasa tersenyum tetapi, tak pelak pula kita diharuskan untuk bersedih, sakit, dan menangis. Kita hanya manusia yang kompleks dengan banyak indera perasa sehingga apapun bentuk input yang menuju diri kita pasti akan terasa, lalu dari situlah segalanya terproses oleh otak dan hati kita. Jika hasil pola pikir kita positif maka hal negatif apapun akan tersingkir dengan sendirinya. Begitu pula sebaliknya. 

 Segala hal disekeliling kita terbentuk dari fikiran kita. Namun tak selamanya pula manusia sanggup untuk mengontrol berbagai keadaan dengan fikiran. Yang menjadi sebab adalah dikarenakannya hawa panas dari emosi dan syahwat. Dua hal tersebut mutlak perlu untuk proses memulai kehancuran dalam siklus hidup ini. Sehingga alur pikir yang tenang menjadi gelap dan membabi buta.

 Entahlah, semua itu telah menjadi fenomena kodrat yang kuat dan mendorong manusia untuk berkehendak. Jika awal akan mendorong manusia pada titik akhir, disitulah penentuan nilai dari kekuatan manusia. Bila lemah pasti lebih cepat menuju akhir dan apabila kuat tentunya akan lebih lama untuk berakhir. Itulah kapasitas manusia yang tak akan pernah mencapai stabilitas yang konsisten. 






 Reynur Rachmat Malik
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
;