"Wah Riko akhirnya pacaran juga..."
Kabarpun tersebar secara kilat keseluruh penghuni asrama.
"kenapa sih, ada yang salah ya kalo gue pacaran..?!
"bukan begitu, bro. Kita itu cuma kaget aja, soalnya lo dulu kan pernah cerita kalo lo ga bakalan pacaran lagi karena lo udah terlanjur trauma ama cewek. jawab Haikal menjelaskan.
"iya sih, tapi semua terjadi begitu saja. tuh cewek bikin gue klepek-klepek ampe akhirnya gue harus terjatuh kedalam dekapannya..." kata Riko sambil cengar-cengir membayangkan semuanya.
"ckckckck... semudah itu lo jatuh cinta ya, yaudah semoga aja tuh cewek ga mainin perasaan lo lagi. Oya, ngomong-ngomong udah malem nih, balik yuk..." ajak Haikal sambil beranjak dan menenteng gitar kesayangannya.
"oke la alo begitu, yups cabuuuuutt.." Riko menimpali penuh semangat.
Riko hanya pengamen biasa yang tinggal disebuah tempat penampungan anak-anak jalanan. Cita-cita dan semangatnya dalam mencari ilmu sangat tinggi, tak heran jika dia selalu membawa tas kecil yang berisi buku-buku pengetahuan. Bahkan di umurnya yang telah menginjak 24 tahun ini dia masih mau mengikuti program kesetaraan paket C atau setara dengan SMA. Dan rencananya setelah selesai dia ingin sekali melanjutkan hingga bangku universitas, sebuah hal yang sangat ia idam-idamkan dari dahulu yaitu melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.
Suatu hari, asrama tempat Riko tinggal mendapat undangan pelatihan multimedia dan komputer dari sebuah lembaga pendidikan di jakarta untuk anak-anak kurang mampu. Mereka membuka peluang belajar gratis selama satu bulan dengan jaminan sertifikat resmi dari pemerintah setempat. Dan ternyata hanya Rikolah yang terpilih mengikuti program tersebut, hingga akhirnya dia berkenalan dengan seorang gadis mahasiswi yang sekarang telah memikat hatinya.
"Riko, ada telpon tuh dari Rini. Cieee... ciieee... yang udah punya cewek.." ledek Toni temannya satu asrama.
"huft, hehehe..." Riko hanya nyengir sambil melambaikan tangannya memberi isyarat agar toni menjauh.
"halo..."
"iya, halo"
"ini Riko, kan?"
"yups, tepat sekali ada apa, sayang? jawab Riko mesra :P
"hari ini ketemuan yuk" ajak Rini
"ehmm, boleh. tapi dimana?"
"kamu tunggu aja nanti aku aja yang dateng ke tempat kamu"
"owh, ya udah aku tunggu ya.." jawab Riko sambil melonjak girang.
"dagghh..." ^_^
Kehadiran Rini dikehidupannya membuat Riko tampak selalu ceria. Waktu berjalan hingga tak terasa hubungan mereka telah enam bulan berjalan. Sebuah waktu yang cukup lama bagi Riko dalam menjalin hubungan dengan wanita, biasanya pacaran sampai sebulan aja udah paling lama baginya. Namun, sepertinya banyak kejanggalan akhir-akhir ini...
"halo, maaf bisa bicara dengan Rini?"
"owh Rininya belum pulang tuh dari kampus, maaf ini siapa ya?"
"ini Riko temennya"
"ya sudah, nanti saya sampaikan ya..." jawab suara diujung sana.
Memang sudah satu minggu ini Rini jarang sekali menghubunginya, dan ketika dihubungi pasti selalu susah.
"kriiiiiiinnnggg.... kriiiiing....!!!!"
terdengar bunyi telepon asrama berdering membuyarkan lamunannya, segera dia melompat dan bergegas mengangkatnya.
"halo..." suara yang tak asing lagi buat Riko.
"iya, ada apa kemana aja kamu kok ga pernah hubungi aku lagi?" jawab Riko
"maafkan aku, Riko. Aku memang tak pernah menghubungi kamu karena aku harus....." kata Rini tersendat.
"kenapa, kok diem? Riko penasaran
"aku...., aku rasa hubungan kita cukup sampai disini saja. Maafkan aku..." kata Rini
"kamu...., maksud kamu kita putus?" kata Riko tak percaya
"iya, aku harus kembali menerima mantan cowok aku karena aku masih sangat sayang sama dia, aku jadian sama kamu sebenarnya hanya ingin agar aku bisa melupakan dia, tapi perasaan memang tak bisa dibohongi. Sekali lagi maafkan aku..." kata Rini menjelaskan.
(T_T) Bagai tersambar petir rasanya, Riko terkulai lemas. Berbagai perasaan menyatu bergemuruh dan sesak hingga tak terasa air matapun terurai. Sekali lagi dia harus tersakiti oleh gadis yang sangat dia sayangi. Haikal yang baru saja pulang mengamen melihat sahabatnya sedang terduduk lemas dengan tatapan kosong.
"Riko, lo kenapa, kawan?" tanya Haikal bingung. Sejenak Riko memandang sahabatnya itu.
"gue diputusin lagi, sob" kata Riko sedih, haikal hanya geleng-geleng kepala.
"bro, gue ngerti banget bagaimana perasaan lo sekarang. Tapi, gue mohon jangan sampai kejadian seperti ini bakal memadamkan semangat lo dalam meraih mimpi. Saat ini memang kita pantas menerima segala kenyataan pahit dari orang-orang terdekat kita, karena latar belakang kita memang masih sangatlah rendah derajatnya sehingga banyak orang yang mempermainkan dan meremehkan orang-orang seperti kita. Ayo, kawan bangkitlah, suatu saat nanti jika lo sukses seribu cewek pun akan lo dapetin, mobil mewah, rumah bagus, dan akan ada banyak orang yang menghormati lo jika lo mampu bangkit dan menjadi orang hebat." nasehat Haikal panjang lebar.
"hehehe..." Riko nyengir lalu memeluk sahabatnya itu.
"tenang, bro. Masih ada kita yang bakal setia dukung lo dan ga bakalan ninggalin lo dalam situasi apapun" kata haikal
"thanks, kawan..." jawab Riko terharu
"ya udah, sekarang nyok kita ngamen bentar nyari buat makan nanti malam mumpung masih sore nih..." ajak Haikal
"nyooookkk, cabuuut!!!" jawab Riko
Keduanya pun pergi dengan senyum terkembang menjemput asa dan meraihnya. Sahabat sejati akan selalu ada dan tersimpan dalam hati, bukan sekedar cinta namun kasih sayang darinya adalah obat mujarab yang tak ternilai harganya.
Reynur Rachmat Malik
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
