Hanya butuh sedikit kesibukan saja bagi Rino untuk melupakan semua masa lalunya. Ceni mahasiswi semester 6 yang telah merenggut hatinya dan juga menoreh luka yang dalam baginya. Semua janji untuk berubah dan kenangan indah itu kini sudah tiada lagi. Tiga hari yang lalu, Ceni telah memutuskannya dengan alasan telah bosan dengan keadaan yang tak kunjung berubah.
"hai, Rin. Udah selesai lo ketik belom hasil liputan kemarin?" Roy mengagetkannya.
"huft, anjrit lo ngagetin aja. Udah dong, gue kan selalu on time kalo ngerjain tugas ga kayak lo..." ketus Rino.
"jiah, bagus deh kalo gitu. Oya, nanti bantuin gue ngerjain tugas dari pak Baroto yups"
tugas apaan tuh?
"biasalah ngedit data yang mau terbit besok, oke see you kawan"
Sudah hampir 3 bulan ini Rino bekerja disebuah kantor redaksi dan menjabat sebagai wartawan sekaligus merangkap staff editor. Yah, lumayanlah buat mengisi kekosongan, karena menurut dia semakin dia diam kenangan itu akan selalu teringat dan membuatnya sesak. Menyedihkan sekali.
Hari ini Rino harus pulang lebih awal karena sang ibu tercinta sedang sakit dan tidak ada yang menjaganya. Rino tinggal dalam sebuah rumah kontrakan yang sederhana bersama mamanya, sang papa telah meninggal beberapa tahun yang lalu sedangkan Rino adalah anak semata wayangnya.
"assalamualaikum, ibu..." sapa Rino menghampiri ibunya yang tengah terbaring lalu mencium tangannya.
"waalaikumsalam, kok sudah pulang ada apa?"
"gak apa-apa, Rino cuma pengen nemenin ibu saja kok" jawab Rino diiringi senyum ketulusan.
"oya, bu. ini Rino bawain nasi bungkus sama obatnya, ibu makan dulu ya habis itu obatnya diminum. Rino mau mandi dan ganti baju dulu" kata Rino sembari keluar dari kamar.
Ibunya menatap Rino yang meninggalkannya matanya berkaca-kaca, selama ini Rinolah yang telah menghidupinya. Berbagai cobaan menimpa keluarga tapi tak sedikitpun membuat Rino dan ibunya bersedih maupun patah semangat. Rino sangat berbakti kepada orang tua satu-satunya itu sehingga sang ibu pun jadi tak tega melihatnya.
Pagi yang sangat cerah lagi indah, Rino telah bersiap untuk berangkat bekerja
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
