Sunday, September 19, 2010

Di sudut kering


Dan ketika lapar mereka bertindak mengayuh raga mengarak keringat untuk perut yang kian berteriak.

Sabar peluh bertebar tak muluk angan berharap, cukup seuntai senyum sederhana dari setetes kepuasan disebuah jerih yang pedih.




Reynur Rachmat Malik

(dipinggir desa yang indah)
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
;